Menentukan Sampel Penelitian Sensus

Arikunto (1998:117) mengatakan sampel adalah bagian dari populasi (sebagian atau wakil populasi yang diteliti). Sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi.

Selanjutnya Arikunto (1998:125) mengatakan bahwa sebagai ancer-ancer, jika peneliti mempunyai beberapa ratus subyek dalam populasi, mereka dapat menentukan kurang lebih 25% -30% dari jumlah subyek tersebut. Jika jumlah anggota subyek dalam populasi hanya meliputi antara 100 hingga 150 orang dan dalam pengumpulan data peneliti menggunakan angket/kuesioner, sebaiknya subyek sejumlah itu diambil seluruhnya. Sehingga dapat dikatakan sebagai penelitian sensus.

Mengenai sensus Ruslan (2008:142) mengatakan bahwa alasan melakukan sensus, yaitu peneliti sebaiknya mempertimbangkan untuk meneliti seluruh elemen-elemen dari populasi, jika elemen populasi relatif sedikit dan variabilitas setiap elemennya yang tinggi (heterogen). Sensus lebih layak dilakukan jika penelitian yang dimaksudkan untuk menjelaskan karakteristik setiap elemen dari suatu populasi.

Berdasarkan pendapat Arikunto dan Ruslan tersebut di atas, peneliti menggunakan penelitian sensus yaitu mengambil sampel penelitian secara keseluruhan yang berjumlah 100 responden.

Menentukan Sampel Penelitian Sensus

Pengertian Koordinasi

Banyak ahli mendefinisikan pemahaman tentang koordinasi dengan memberi pendapat yang berbeda-beda tetapi mempunyai tujuan yang sama, yakni bahwa koordinasi adalah asas umum dalam semua organisasi atau dapat dikatakan koordinasi adalah asas pokok organisasi.

Mooney dalam Sutarto (1998: 141) mengemukakan bahwa pengertian koordinasi adalah “The orderly arrangement of group effort, to provide unity of action in the pursuit of common purpose.”

Dengan demikian Mooney memandang bahwa koordinasi merupakan suatu pengaturan usaha sekelompok orang secara teratur untuk menciptakan kesatuan tindakan dalam mengusahakan tercapainya suatu tujuan. Pengaturan usaha kelompok atau organisasi memang diperlukan, mengingat organisasi terdiri atas sejumlah unit kerja yang berlainan fungsi namun diikat oleh satu kesatuan tujuan tertentu.

Selaras dengan pendapat di atas Benn dalam Sutarto (1998 : 141) mengatakan bahwa ”Coordination: A Continuous, harmonious action toward the objectives, attained through leadership, organization, and administration; The arrangement of group efforts in a continuous and orderly manner so as to provide unification of action in the pursuit of a common goal.”

Dari pendapat di atas diperoleh suatu konsep pemahaman bahwa koordinasi suatu kelangsungan, keharmonisan mencapai tujuan, yang dapat dicapai melalui kepemimpinan, organisasi dan administrasi; dan koordinasi juga dipandang sebagai suatu penyusunan usaha-usaha kelompok di dalam suatu kelangsungan dan keteraturan sikap sehingga menciptakan kesatuan tindakan dalam mengusahakan tercapainya tujuan bersama. Dalam pendapat ini, faktor kepemimpinan, organisasi dan administrasi tampaknya dijadikan faktor-faktor yang memerlukan keharmonisan dan keteraturan yang dikondisikan melalui kegiatan koordinasi.

Pengertian Koordinasi

Definisi Konseptual, Operasional, Dimensi dan Indikator Kompetensi Guru

Definisi konseptual variabel kompetensi guru adalah kecakapan, keahlian, keterampilan dan kemampuan yang dimiliki oleh guru yang meliputi empat kompetensi, yaitu kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik (kompetensi pedagogik), kompetensi yang berhubungan dengan keadaan pribadinya (kompetensi pribadi), kompetensi yang berhubungan dengan masyarakat atau lingkungannya (kompetensi sosial). dan kompetensi yang berhubungan dengan tugas profesionalnya sebagai guru (kompetensi profesional).

Definisi Operasional kompetensi guru sekolah dasar negeri adalah skor yang diperoleh guru setelah mengisi kuesioner tentang kompetensi yang merefleksikan kecakapan, keahlian, keterampilan dan kemampuan guru dalam menjalankan tugas profesionalnya yang meliputi empat dimensi kajian, yakni:

Dimensi Kompetensi pedagogik dideskripsikan menjadi Indikator: 1) Pemahaman wawasan landasan kependidikan, 2) Pemahaman terhadap peserta didik, 3) Perancangan dan pelaksanan pembelajaran, 4) Pemanfaatan teknologi pembelajaran, 5) Evaluasi hasil belajar, 6) pengembangan peserta didik.

Dimensi Kompetensi Pribadi dideskripsikan menjadi Indikator 7) Menguasai pengetahuan dan bertanggungjawab terhadap disiplin ilmunya; 8) Memiliki pengetahuan penunjang tentang kondisi peserta didik; 9) Memiliki pengetahuan tentang materi pelajaran; 10) Memiliki pengetahuan tentang perkembangan peserta didik, 11) Memiliki kemampuan memotivasi peserta didik, dan 12) Mampu menjadi panutan dan suri tauladan.

Dimensi Kompetensi Sosial dideskripsikan menjadi Indikator 13) Mampu berinteraksi dengan sejawat, 14) Mampu berkomunikasi dengan masyarakat; 15) Mampu bergaul dan melayani masyarakat dengan baik; 16) mampu mendorong dan menunjang kreativitas masyarakat; 17) menjaga emosi dan perilaku yang kurang baik 18) Menjadi suri tauladan dan panutan masyarakat.

Dimensi Kompetensi Profesional dideskripsikan menjadi Indikator 19) Menyelenggarakan administrasi sekolah, 20) Menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran, 21) Merencanakan sistem pembelajaran; 22) Melaksanakan sistem pembelajaran; 23) Mengevaluasi sistem pembelajaran; 24) Mengembangkan sistem pembelajaran.

Definisi Konseptual, Operasional, Dimensi dan Indikator Kompetensi Guru

Definisi Konseptual, Operasional, Dimensi dan Indikator Kinerja Kepala Sekolah

Definisi konseptual variabel Kinerja Kepala Sekolah adalah proses dan hasil kegiatan penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan menurut bidang tugas dan tanggungjawabnya sebagai kepala sekolah yang terungkap dari aktivitas, perilaku, produktivitas, manajemen, layanan belajar, dan mampu bersaing. Dari definisi konseptual ini diturunkan enam dimensi kajian : Dimensi aktivitas, Dimensi perilaku, Dimensi produktivitas, Dimensi manajemen, Dimensi layanan belajar, Dimensi mampu bersaing.

Dimensi aktivitas dideskripsikan menjadi indikator-indikator : (1) aktivitas kepala sekolah terhadap guru, (2) aktivitas kepala sekolah terhadap staf, (3) aktivitas kepala sekolah terhadap siswa.

Dimensi perilaku dideskripsikan menjadi indikator-indikator : (4) perilaku kepala sekolah terhadap guru, (5) perilaku kepala sekolah terhadap staf (6) perilaku kepala sekolah terhadap siswa.

Dimensi produktivitas dideskripsikan menjadi indikator-indikator : (7) proses hasil capaian kurikulum sekolah, (8) proses hasil capaian organisasi sekolah, (9) proses hasil capaian manajamen pendidikan sekolah.

Dimensi manajamen dideskripsikan menjadi indikator-indikator : (10) perencanaan kegiatan belajar mengajar, (11) pengawasan kegiatan belajar mengajar, (12) koordinasi kegiatan belajar mengajar.

Dimensi layanan belajar dideskripsikan menjadi indikator-indikator (13) tersedianya sarana dan prasarana kelas, (14) tersedianya fasilitas ruang pratikum, (15) tersedianya buku dan pedoman pengajaran.

Dimensi mampu bersaing dideskripsikan menjadi indikator-indikator : (16) mampu menciptakan kualitas siswa, (17) kemampuan guru yang berkualitas, (18) mampu mengembangkan dinamika kurikulum.

Definisi Konseptual, Operasional, Dimensi dan Indikator Kinerja Kepala Sekolah

Definisi Konseptual, Operasional, Dimensi dan Indikator Gaya Kepemimpinan

Mengacu pada pendapat Hersey dan Blanchard (1995: 178), disusun definisi konseptual Gaya Kepemimpinan dipandang sebagai gaya kepemimpinan situasional yang terbentuk dari dinamika hubungan kerja di antara unsur-unsur pimpinan dan staf yang terungkap dari kadar bimbingan dan arahan yang diberikan pemimpin; Perilaku hubungan diantara pemimpin dan pengikut; dan level kesiapan pengikut dalam melaksanakan tugas, fungsi, atau tujuan tertentu.

Dari definisi konseptual tersebut diturunkan menjadi tiga dimensi kajian, yaitu dimensi Kadar bimbingan dan arahan yang diberikan pemimpin; dimensi perilaku hubungan diantara pemimpin dan pengikut; dan dimensi level kesiapan pengikut dalam melaksanakan tugas, fungsi, atau tujuan tertentu.

Dimensi kadar bimbingan dan arahan yang diberikan pemimpin dijabarkan menjadi indikator-indikator : (1) Bimbingan pimpinan terhadap staf dalam perencanaan kebijakan, (2) Bimbingan pimpinan terhadap staf dalam pelaksanaan kebijakan; (3) Bimbingan pimpinan terhadap staf dalam laporan hasil pelaksanaan kebijakan; (4) Arahan pimpinan terhadap staf dalam perencanaan pekerjaan; (5) Arahan pimpinan terhadap staf dalam pelaksanaan pekerjaan; dan (6) Arahan pimpinan terhadap staf dalam laporan hasil pelaksanaan pekerjaan;

Dimensi perilaku hubungan di antara pemimpin dan pengikut dijabarkan menjadi indikator-indikator : (7) Situasi hubungan formal antar pimpinan; (8) Situasi hubungan formal di antara pimpinan dengan staf; (9) Perlakuan pimpinan terhadap bawahan di dalam lingkungan kerja; (10) Situasi hubungan informal antar pimpinan; (11) Situasi hubungan informal di antara pimpinan dan staf; (12) Perlakuan pimpinan terhadap staf di luar lingkungan kerja; (13) Sikap pimpinan terhadap staf di dalam lingkungan kerja; dan (14) Sikap pimpinan terhadap staf di luar lingkungan kerja.

Dimensi level kesiapan pengikut dalam melaksanakan tugas, fungsi, atau tujuan tertentu dijabarkan menjadi indikator-indikator : (15) Persepsi staf dalam menerima arahan pimpinan; (16) Kemampuan staf untuk melaksanakan tugas; (17) Kematangan staf dalam mengambil resiko pekerjaan; (18) kreativitas staf dalam melaksanakan pekerjaan; (19) Kemampuan staf membaca situasi sesuai gaya kepemimpinan; dan (20) Kemampuan komunikasi staf dengan pimpinan.

Definisi Konseptual, Operasional, Dimensi dan Indikator Gaya Kepemimpinan

Definisi Konseptual, Operasional, Dimensi dan Indikator Efektivitas Kerja Pegawai Kecamatan

Barnard (dalam Prawirosentono,1997: 27) yang mengatakan: Accordingly, we shall say that an action is effective if it specific objective aim. It is efficient if it satisfies the motives of the aim, whatever it is effective or not. Accordingly, we shall say that an action is effective if it specific objective aim. It is efficient if it satisfies the motives of the aim, whatever it is effective or not.

Dari pendapat tersebut kemudian definisi konseptual efektivitas kerja pegawai adalah kondisi dinamis serangkaian proses pelaksanaan tugas dan fungsi pekerjaan para pegawai sesuai dengan tujuan dan saranan kebijakan program kecamatan yang telah ditetapkan. Dengan definisi konseptual tersebut didapat dimensi kajian, yaitu Dimensi Efektivitas Program dan Dimensi Efisiensi Program.

Dimensi Efektivitas Program diuraikan menjadi indikator (1) Kejelasan tujuan program kecmaatan; (2) Kejelasan startegi pencapaian tujuan program kecamatan; (3) perumusan kebijakan program kecamatan yang mantap; (4) penyusunan program kecamatan yang tepat; (5) Penyediaan sarana dan prasarana; (6) Efektivitas operasional program kecamatan; (7) Efektivitas fungsional program kecamatan; (8) Efektivitas tujuan program kecamatan; (9) Efektivitas sasaran program kecamatan; (10) Efektivitas individu dalam pelaksanaan kebijakan kecamatan; dan (11) Efektivitas unit kerja dalam pelaksanaan kebijakan kecamatan.

Dimensi Efisiensi Program diuraikan menjadi indikator; (12) Hasil perencanaan pekerjaan yang dilakukan; (13) Hasil pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan; (14) Hasil pencapaian pekerjaan yang dilakukan; (15) Efisiensi pembiayaan administrasi program kecamatan; (16) Efisiensi pembiayaan pelaksanaan program kecamatan; (17) Efisiensi waktu pelaksanaan program kecamatan; (18) Efisiensi penggunaan anggaran kinerja kecamatan; dan (19) Efisiensi penggunaan anggaran pemberdayaan masyarakat kecamatan.

Definisi Konseptual, Operasional, Dimensi dan Indikator Efektivitas Kerja Pegawai Kecamatan

Jual ebook English Version

Jual berbagai macam ebook langka english version hanya dengan harga Rp.50.000,-/ebook. Beli 10 gratis 1 ebook. Pemesanan melalui email tesisdisertasi@yahoo.co.id

Review ebook akan diberikan saat melakukan pemesanan.

Tips: Tekan " Ctrl+f " untuk pencarian cepat. Berikut daftar nama pengarang dan judul ebook yang tersedia:

Lianabel Oliver. Designing Strategic Cost Systems - How to Unleash the Power of Cost Information

Michael Williams. Leadership for Leaders

Brigit Helms. Access for All - Building Inclusive Financial Systems

Zbigniew Michalewicz. Martin Schmidt. Matthew Michalewicz. Constantin Chiriac. Adaptive Business Intelligence

Savo G. Glisic. Advanced Wireless Networks 4G Technologies

Friedrich Nietzsche. Beyond Good and Evil

Max Sutherland and Alice K. Sylvester. Advertising and the mind of the consumer - what works, what doesn't, and why

William McDougall. An Introduction to Social Psychology

Piet M.T. Broersen. Automatic Autocorrelation and Spectral Analysis

Philip Kotler and Waldemar Pfoertsch. B2B Brand Management - Whit the Cooperation of Ines Michi

W. Chan Kim and Renee Mauborgne. Blue Ocean Strategy - How to Crate Uncontested Market Space and Make the Competition Irrelevant

Rick Mathieson. Branding Unbound - The Future of Advertising, Sales, and the Brand Experience in the Wireless Age

Andy Neely. Business Performance Measurement

Joseph M. Sulock and John S. Dunkelberg. Cases in Financial Management

Georges Fiche and Gerard Hebuterne. Communicating Systems & Networks: Traffic & Performance

Michael E. Porter. Competitive Strategy - Techniques for Analyzing Industries and Competitors

Christopher S. Chapman. Controlling Strategy - Management, Accounting, and Performance Measurement

Pierre Dussauge and Bernard Garrette. Cooperative Strategy - Competing Successfully through Strategic Alliances

Tom Elfring. Corporate Entrepreneurship and Venturing

OECD. Corporate Governance in Asia - A Comparative Perspective

Roger Haywood. Corporate Reputation, the Brand & the Bottom Line - Powerful Proven Communication Strategies for Maximizing Value

Howard Gospel and Andrew Pendleton. Corporate Governance and Labour Management

Kristin Anderson and Carol Kerr. Costumer Relationship Management

Jaksa Cvitanic and Fernando Zapatero. Introduction to the Economics and Mathematics of Financial Markets

Frank J. Derfler. e-Business Essentianls

Badi H. Baltagi. Econometric Analysis of Panel Data

Franco Peracchi. Econometrics

E. Wayne Nafziger. Economic Development

Peter O. Christensen and Gerald A. Feltham. Economics of Accounting Volume II Performance Evaluation

George E. Belch and Michael A. Belch. Advertising and Promotion

David C. Colander. Economics

Cheng Few Lee and Alice C. Lee. Encyclopedia of Finance

Richard C. Martin. Encyclopedia of Islam and the Muslim World

Robert L. Heath. Encyclopedia of Public Relations

Burton S. Kaliski. Encyclopedia of Business and Finance

Dave Sutton and Tom Klein. Enterprise Marketing Management - The New Science of Marketing

Dale Neef. e-Procurement - From Strategy to Implementation

Rick Antle, Froystein Gjesdal and Pierre Jinghong Liang. Essays in Accounting Theory in Honour of Joel S. Demski

Bryan Bergeron. Essentials of Knowledge Management

Bradley R. Schiller. Essentials of Economics

Yvonne A. Unrau, Peter A. Gabor and Ricahrd M. Grinnell, Jr. Evaluation in Social Work - The Art and Science of Practice

Gene Siciliano. Finance for the Non-Financial Manager

Frank J. Fabozzi and Pamela P. Peterson. Financial Management & Analysis

Steve O. Michael and Mark A. Kretovics. Financing Higher Education in a Global Market

Laszlo Solymar. Getting the Message - A History of Communications

Paul Kirkbride and Karen Ward. Globalization the Internal Dynamic

Jim Collins. Good to Great - Why Some Companies Make the Leap... and Others Don't

Lynda Lee Kain. Handbook of Political Communication Research

Dudley L. Poston and Michael Micklin. Handbook of Population - Handbook of Sociology and Social Research

Jurgen G. Backhaus and Richard E. Wagner. Handbook of Public Finance

Harvard Business School Press. Harvard Business Review on Advances in Strategy

Harvard Business School Press. Harvard Business Review on Marketing

Gideon Halevi. Industrial Competitiveness Cost Reduction

Harun Yahya. Islam Denounces Terrorism

Marian Quigley. Information Security and Ethics: Social and Organizational Issues

Michael Lord, Donald Debethizy and Jeffrey Wager. Innovation That Fits - Moving Beyond the Fads to Choose the Right Innovation Strategy for You Business

Benoit Rihoux and Heike Grimm. Innovative Comparative Methods for Policy Analysis - Beyond the Quantitative-Qualitative Divide

Nobuyoshi Terashima. Intelligent Communication Systems

Robert M. Dunn Jr. and John H. Mutti. International Economics

K.R. Rao, Zoran S. Bojkovic and Dragorad A. Milovanovic. Introduction to Multimedia Communications - Application, Middleware, Networking

Peter Stephenson. Investigating Computer-Related Crime - A Handbook for Corporate Investigators

John M. Gross and Kenneth R. McInnis. Kanban Made Simple - Demystifying and Applying Toyota's Legendary Manufacturing Process

Richard Denny. Communicate to Win

Douglas Holtz-Eakin and Harvey S. Rosen. Public Policy and the Economics of Entrepreneurship

Tony Manning. Making Sense of Strategy

Nils-Goran Olive, Carl-Johan Petri, Jan Roy and Sofie Roy. Making Scorecards Actionable - Balancing Strategy and Control

Christina Evans. Managing for Knowledge - HR's Strategic Role

Malcon McDonald and Ian Dumbar. Market Segmentation - How to do it, Hot to profit from it

David Loudon, Robert Stevens and Bruce Wrenn. Marketing Management - Text and Cases

Philip Kotler. Marketing Management, Millennium Edition

TUNGGU UPDATE TERBARU EBOOK BERKUALITAS LAINNYA DISINI

Jual ebook English Version

Definisi Konseptual, Operasionalisasi dan Indikator Kompetensi Pegawai

Definisi konseptual : Kompetensi Pegawai adalah karaktersitik kemampuan petugas pelayanan dalam melaksanakan kegiatan pelayanan akta kelahiran yang terungkap dari motives, traits, self-concept, knowledge dan skills.

Dari definisi ini diperoleh 5 dimensi kajian : Dimensi Motives, Dimensi Traits, Dimensi Self-Concept, Dimensi Knowledge dan Dimensi Skills. Kelima dimensi dioperasionalkan menjadi 15 indikator berikut : Dimensi Motives meliputi (1) Dorongan kebutuhan ekonomi, (2) Dorongan kebutuhan sosial, dan (3) Dorongan kebutuhan psikologis. Dimensi Traits meliputi (4) Watak, (5) Sifat, dan (6) Sikap. Dimensi Self-Concept meliputi (7) Penampilan, (8) Tutur bahasa dan (9) Perilaku. Dimensi Knowledge meliputi (10) Pengetahuan tentang prosedur pelayanan dan (11) Pengetahuan tentang teknis pelayanan. Dimensi Skills meliputi (12) Keterampilan administratif, (13) Keterampilan manajerial, (14) Keterampilan teknis, dan (15) Keterampilan sosial.

Definisi Konseptual, Operasionalisasi dan Indikator Kompetensi Pegawai

Definisi Konseptual, Operasionalisasi dan Indikator Komunikasi

Definisi konseptual : Komunikasi adalah proses penyampaian dan penerimaan informasi dari pihak penyelenggara pelayanan akta kelahiran kepada pihak penerima layanan dan sebaliknya yang terungkap dari personal skills and attitudes, interpersonal skills, dan oral and written communication.

Dari definisi konseptual ini diperoleh 3 dimensi : Dimensi personal skills and attitudes, Dimensi interpersonal skills, dan Dimensi oral and written communication. Ketiga dimensi dioperasionalkan menjadi 15 indikator.

Dimensi personal skills and attitudes meliputi (1) keahlian berkomunikasi petugas dalam menyiapkan informasi pelayanan; (2) kepandaian berkomunikasi petugas dalam menyampai-kan informasi pelayanan; (3) ketrampilan berkomunikasi petugas dalam memproses informasi yang disampaikan oleh penerima layanan; (4) sikap petugas dalam menyampaikan informasi kepada penerima layanan, dan (5) sikap petugas dalam menerima informasi dari penerima layanan.

Dimensi interpersonal skills meliputi (6) Hubungan antar pimpinan unit kegiatan pelayanan, (7) Hubungan pimpinan unit dengan staf pelayanan, (8) Hubungan antar staf pelayanan, (9) Hubungan staf pelayanan dengan warga penerima layanan, dan (10) Hubungan antar sesama penerima layanan.

Dimensi oral and written communication meliputi (11) Ucapan petugas pelayanan, (12) Penjelasan lisan dari petugas pelayanan, (13) Penjelasan tertulis dari petugas pelayanan, (14) Pengumuman di ruang pelayanan, dan (15) Penyediaan sarana informasi pelayanan.

Definisi Konseptual, Operasionalisasi dan Indikator Komunikasi

Definisi Konseptual, Operasional dan Indikator Pengetahuan Manajemen Sekolah

Definisi Konseptual: Pengetahuan Manajemen Sekolah adalah pengetahuan tentang proses penanaman nilai (value) kemanusian yang baik secara terus menerus dan konsisten di antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Definisi operasional Pengetahuan manajemen sekolah adalah penjabaran kedalam konsep pengukuran dengan indikator- indikator : (1) Perancanaan program pengajaran, (2) Pelaksanaan program pengajaran, (3) Evaluasi hasil program pengajaran, (4) Penanaman nilai-nilai luhur kepribadian, (5) Penanaman nilai-nilai luhur kebersamaan, (6) Penanaman nilai-nilai pemanfataan ilmu pengetahuan dan teknologi, (7) Kontribusi guru terhadap pelaksanaan program pengajaran, (8) Partisipasi orang tua siswa terhadap pelaksanaan program sekolah, dan (9) Partisipasi komite sekolah terhadap pelaksanan program sekolah.

Definisi Konseptual, Operasional dan Indikator Pengetahuan Manajemen Sekolah

Definisi Konseptual dan Operanional Kinerja Kepala Sekolah

Definisi Konseptual Kinerja Kepala Sekolah adalah aktivitas, perilaku, dan produktivitas kepala sekolah dalam mengelola sekolah menjadi sekolah dengan manajemen dan layanan belajar yang bermutu dan mampu bersaing dengan mutu sekolah sejenis.

Definisi Operasional Kinerja Kepala Sekolah adalah penjabaran kedalam konsep pengukuran yang menggunakan indikator-indikator berikut : (1) Frekuensi aktivitas kepala sekolah dalam mengarahkan perencanaan kurikulum pengajaran, (2) Frekuensi aktivitas kepala sekolah dalam mengarahkan kegiatan belajar mengajar, (3) Frekuensi aktivitas kepala sekolah dalam mengarahkan kegiatan evaluasi hasil pengajaran, (4) Keteladanan perilaku kepala sekolah sebagai manajer sekolah, (5) Efektivitas perilaku kepala sekolah dalam memberi motivasi kepada guru dan staf sekolah, (6) Efektivitas perilaku kepala sekolah dalam menjalin kerjasama dengan komite sekolah, (7) Produktivitas kerja kepala sekolah dalam menyelesaikan urusan administrasi sekolah, (8) Produktivitas kerja kepala sekolah dalam menyelesaikan urusan pengajaran, dan (9) Produktivitas kerja kepala sekolah dalam menyelesaikan urusan kesiswaan.

Definisi Konseptual dan Operanional Kinerja Kepala Sekolah