Contoh Latar Belakang Masalah Penelitian



Contoh Latar Belakang Masalah Penelitian - Mengingat bahwa fungsi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kementerian Dalam Negeri sangat strategis dalam mewujudkan otonomi desa dan meningkatkan keberdayaan masyarakat dalam aspek ekonomi, sosial dan budaya, maka sudah selayaknya bila issu pentingnya produktivitas kerja para pegawai dalam memberikan pelayanan, terutama pelayanan yang berhubungan dengan kepentingan warga masyarakat diangkat ke permukaan. Oleh sebab itu, upaya peningkatan produktivitas kerja pegawai pantas dijadikan issu aktual untuk mengefektifkan pelaksanaan tugas dan fungsi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kementerian Dalam Negeri karena dalam banyak hal tingkat produktivitas kerja para pegawai pada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kementerian Dalam Negeri tergolong belum optimal. Rendahnya produktivitas kerja pegawai pada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kementerian Dalam Negeri selayaknya dipandang sebagai suatu fenomena perilaku kerja pegawai yang tidak lepas dari berbagai faktor yang mempengaruhinya.

Dari sudut pandang internal pegawai pada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kementerian Dalam Negeri beberapa faktor yang dapat berpengaruh terhadap produktivitas kerja pegawai antara lain, kapasitas intelektual pegawai, koordinasi, motivasi kerja, disiplin kerja, dan kompetensi pegawai. Dari sudut pandang eksternal antara lain kewenangan organisasi, struktur organisasi, uraian tugas dan fungsi organisasi, perencanaan strategis organisasi, kepemimpinan, budaya kerja, pelaksanaan fungsi pengawasan, pembinaan pegawai, kondisi pembiayaan, serta kondisi sarana dan prasarana kerja pegawai.

Terhadap fenomena itu, dengan mengkiritisi kondisi nyata di lapangan, timbul dugaan bahwa budaya kerja dan motivasi dapat menjadi faktor yang berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja pegawai pada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kementerian Dalam Negeri. Dugaan ini merujuk pada alasan pokok bahwa budaya kerja adalah suatu falsafah dengan didasari pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat, kebiasaan dan juga pendorong yang dibudayakan dalam suatu kelompok dan tercermin dalam sikap menjadi perilaku, cita-cita, pendapat, pandangan serta tindakan yang terwujud sebagai kerja.

Sedangkan motivasi yang terbentuk dari proses kebutuhan atau keinginan para pegawai terhadap pekerjaannya adalah suatu dorongan internal pegawai yang mempengaruhi sikap dan tindakannya dalam bekerja. Oleh sebab itu, secara kondisional budaya kerja dan motivasi tersebut secara bersama-sama dapat berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja pegawai. Dalam konteks ini, dugaannya adalah bahwa semakin tinggi dukungan budaya kerja pegawai dalam melaksanakan tugas atau pekerjaannya dan semakin tinggi pemenuhan kebutuhan atau keinginan para pegawai terhadap pekerjaannya, maka semakin tinggi juga tingkat produktivitas kerja pegawai pada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kementerian Dalam Negeri.

Berdasarkan dukungan pendapat-pendapat tersebut dugaan yang diajukan mungkin benar dan mungkin juga tidak benar. Karena itu, untuk mengaktualisasikan dugaan tersebut penulis merasa perlu melakukan suatu pendekatan penelitian. Untuk itu dipilih judul penelitian sebagai berikut :

“Pengaruh Budaya Kerja dan Motivasi terhadap Produktivitas Kerja Pegawai pada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kementerian Dalam Negeri”

Judul penelitian tersebut dipilih dengan alasan bahwa fenomena produktivitas kerja pegawai pada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kementerian Dalam Negeri dan korelasinya dengan masalah budaya dengan dan dan masalah motivasi merupakan obyektivitas Administrasi Pemerintahan Daerah yang termasuk dalam pengertian elemen-elemen administrasi pemerintahan. Contoh Latar Belakang Masalah Penelitian

1 Komentar untuk " Contoh Latar Belakang Masalah Penelitian "