Teori Belajar



Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks. Sebagai tindakan, maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri. Kegiatan ini sangat penting bagi manusia, dan ini merupakan ciri khas yang dimiliki manusia. Hampir semua kecakapan, keterampilan, kegemaran terbentuk dan berkembang disebabkan belajar. Dengan belajar manusia akan mampu mengambil keputusan dan melakukan perbuatan yang sesuai dengan harapan baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat. Belajar berarti perubahan tingkah laku, dari tidak tahu menjadi tahu dan tidak mampu menjadi mampu. Dalam konteks ini, Winkel (1996: 53) mengemukakan :
Belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap, perubahan itu bersifat relatif konstan dan berbekas. Ini menunjukkan bahwa perubahan yang terjadi karena belajar tidak timbul begitu saja, belajar lebih banyak membutuhkan kegiatan yang disadari, suatu aktivitas psikis dan latihan-latihan. Proses belajar terjadi karena adanya perangsang-perangsang dari luar individu yang mengakibatkan perubahan dalam hubungan aspek kepribadian. Tetapi Winkel juga menjelaskan lebih lanjut bahwa tidak setiap proses belajar harus disadari oleh seseorang, bahwa ia sedang belajar. Hal ini tidak mutlak karena dapat saja seseorang sedang belajar tanpa menyadari sepenuhnya, bahwa ia sedang belajar.
Menurut Winkel (1996: 53),
“ciri lain yang dapat diidentifikasi dari proses belajar adalah dihasilkannya efek sampingan yang bukan merupakan tujuan utama dari proses belajar yang sesungguhnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses yang menghasilkan perubahan. Perubahan tersebut dapat berupa suatu hasil yang baru atau penyempurnaan terhadap hasil yang diperoleh. Hasil belajar dapat berupa hasil yang utama dan dapat juga berupa hasil sebagai efek sampingan. Proses belajar dapat berlangsung dengan penuh kesadaran dan dapat juga tidak demikian”.
Chaplin (1995: 272) “Membatasi belajar dengan dua macam rumusan. Rumusan pertama menyatakan bahwa belajar merupakan proses dari sembarang perubahan yang relatif permanen dalam tingkah laku. Rumusan kedua menyatakan bahwa belajar adalah proses memperoleh tanggapan atau respon sebagai akibat adanya latihan khusus”.

Bruno (1999: 168) berpendapat bahwa “Belajar adalah perubahan yang bersifat tetap dalam kecenderungan berperilaku, sebagai akibat dari serangkaian pengalaman”.

Pendapat lain yang senada dengan pendapat tersebut, Davidoff (1997: 178) mengatakan bahwa “Definisi belajar adalah sebagai perubahan yang relatif berlangsung lama pada perilaku yang diperoleh kemudian dari pengalaman-pengalaman”.

Dari definisi-definisi di atas tidak ada indikasi yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang prinsipal, melainkan saling melengkapi bahwa dari definisi baik secara implisit maupun secara eksplisit pada akhirnya didapat kesamaan maknanya bahwa belajar adalah suatu proses perubahan perilaku atau kepribadian yang diakibatkan oleh praktek atau pengalaman tertentu.

Selanjutnya dari beberapa teori sebagaimana yang dikutip Purwanto (1999: 53) mengemukakan definisi belajar sebagai berikut :
  1. Hilgard dan Bower, dalam buku Theory of Learning mengemukakan, belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu, di mana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atau dasar kecenderungannya, respon, pembawaan, kematangan atau keadaan-keadaan sesaat seseorang.
  2. Gagne, dalam buku The Conditions of Learning menyatakan bahwa: belajar terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama dengan isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya (performance-nya) berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu ke waktu sesudah ia mengalami situasi tadi.
  3. Morgan, dalam buku Introduction to Psychology mengemukakan Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah-laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman.
  4. Witherington, dalam buku Educational Psychology, mengemukakan belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari pada reaksi yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian atau suatu pengertian.
  5. Suryabrata (2003: 155-157) berpendapat bahwa belajar merupakan perubahan perilaku sebagai hasil dari pengalaman. Hamalik (1999: 45) menyatakan bahwa belajar mengandung pengertian terjadinya perubahan dari persepsi dan perilaku, termasuk perbaikan perilaku, misalnya pemuasan kebutuhan masyarakat dan pribadi secara lengkap. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses psikis yang berlangsung dan merupakan interaksi aktif antara subyek belajar dengan lingkungannya yang menghasilkan perubahan-perubahan pada diri individu, dalam hal pengalaman, pemahaman, keterampilan, nilai dan sikap yang bersifat relatif menetap atau lama.
Berdasarkan pendapat dan uraian di atas bahwa, belajar mengajar adalah interaksi timbal balik antara siswa dengan guru dan antar sesama siswa dalam proses pembelajaran. Pengertian interaksi mengandung arti saling memberi dan menerima. Dalam setiap interaksi belajar-mengajar ditandai: (Kurikulum SMU, 2004: 3)
  1. Tujuan yang hendak dicapai
  2. Dilakukan oleh siswa dan guru
  3. Adanya bahan pelajaran
  4. Penggunaan metode yang tepat
  5. Melakukan pengukuran dan penilaian
Pengertian belajar dapat disimpulkan suatu proses perubahan sikap dan tingkah laku setelah terjadi interaksi dengan sumber belajar baik berupa buku, lingkungan, guru atau teman siswa. Sedangkan istilah mengajar pada pengertian ini adalah menciptakan situasi yang mampu merangsang siswa untuk belajar yang tidak harus berupa transparmasi pengetahuan dari guru kepada siswa.

0 Response to " Teori Belajar "

Poskan Komentar