Metode Pemilihan judul Penelitian



Cukup banyak Kandidat yang sulit menemukan suatu judul penelitian yang original dan argumentatif untuk penyusunan Proposal Penelitian. Jika diajukan pertanyaan ”Dari mana anda dapat judul penelitian?”, maka sulit menemukan jawaban yang lugas dan pasti; dan hampir semua jawaban cenderung berputar-putar mencari pembenaran. Ringkas kata : ternyata tidak mudah memilih judul penelitian yang selaras dengan angan-angan dan secara jelas dapat mengungkapkan suatu konsep gagasan. Dengan anggapan lain, Kandidat sulit menemukan starting point untuk memilih judul penelitian, merancang suatu gagasan dan memulai proses penulisan Proposal Penelitian. Dari kesulitan ini, dengan judul penelitian yang dirasa ”belum pas”, dan Kandidat tidak mampu memberikan argumen yang jelas atas judul penelitian yang dipilih, maka Kandidat pun harus menerima intervensi otoritas dalam proses pemilihan judul. Akhirnya, Kandidat menerima suatu judul penelitian yang dirasa kurang sesuai dengan kehendak hatinya. Masalah ini terjadi karena Kandidat belum memahami cara praktis memilih judul penelitian. (Abis gimane cing, orang kite nggak pernah diajarin cara praktis memilih judul, ye wajar-wajar aje kalok kite-kite orang tetap aje bego!)

Konsekuensi logis dari proses pemilihan judul yang demikian itu tidak terbatas hanya pada persoalan konsep gagasan saja; tetapi meluas juga sampai ke dalam proses penulisan Proposal Penelitian. Tanda-tanda penyusunan Proposal Penelitian yang tidak didasarkan pada konsep pemahaman pemilihan judul penelitian yang jelas dan benar adalah bahwa penyusunan Sub Bab latar belakang penelitian tidak diakhiri dengan suatu konsep pemikiran yang melahirkan suatu judul penelitian, dan tidak ada alasan-alasan fungsional atau konseptual terhadap judul penelitian yang dipilih. Tanda-tanda lain, perumusan masalah penelitian bisa menjadi rancu, dan rujukan teori-teori pun menjadi tidak kurang jelas atau kurang tepat. Akibatnya, benang merah penulisan Proposal Penelitian tidak tersusun secara sistematik, dan lemahnya rangkaian hubungan redaksional dan fungsional antar sub bab dan antar bab dalam penyusunan Proposal Penelitian. Akibat seperti ini bisa berlanjut ke dalam proses penyusunan Tesis atau Disertasi. Lebih jauh lagi, Kandidat sulit merancang suatu konsep penyajian yang jelas, ringkas dan sistematik pada waktu menjelang Seminar Proposal Penelitian atau pada waktu menjelang Sidang Tesis atau Disertasi. Kesulitan dalam menyajikan materi Proposal Penelitian, Tesis atau Disertasi dihadapan para pemegang otoritas merupakan akumulasi dari proses ketidakfahaman Kandidat terhadap filosofi pemilihan judul penelitian.(Lamun kitu sok atuh diterangkuen mbah, supados abdi teh meunang ngartos)

0 Komentar untuk " Metode Pemilihan judul Penelitian "